Jumat, 15 Februari 2013

BAB 3 : MELAKUKAN PERBAIKAN PERIFERAL



1.  Kegiatan Belajar : 1. Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem

1)    Langkah-langkah POST
          Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan:
Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka
Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep : suara beep berurutan
Langkah-langkah POST adalah sbb :

 
a)     Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
b)    Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
c)     Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
d)    Tes DMAC : pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
e)     Tes 16 KB DRAM : pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
f)      Inisialisasi Interrupt controller : control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g)     Tes Interrupt controller : seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
h)    Inisialisasi Timer 0 : timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
i)       Tes CRT controller : inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
j)       Tes DRAM di atas 16KB : pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
k)    Tes Keyboard : cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
l)       Tes Disk drive : cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.

          Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas sebagai berikut :
a)     Test 1 (Basic System) : cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b).
b)    Test 2 (Extended System) : cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah c-h)
c)     Test 3 (Display) : cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah i)
d)    Test 4 (Memory) : cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah j)
e)     Test 5 (Keyboard) : cek keyboard (langkah k)
f)      Test 6 (Drive) : cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk (langkah l)

2) Pesan Kesalahan Selama POST
a)     Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
b)    Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
c)     Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test berikutnya.
d)    Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
e)     Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
f)      Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukkan kode kesalahan.
Tabel 1. Kode Suara Kesalahan


Tabel 2. Kode Beep pada BIOS AMT

 
Tabel 3 Awards BIOS Beep Codes


Tabel 4. IBM BIOS


Tabel 5. Kode pesan kesalahan

Rangkuman 1
1)    Dokumen PC dan spesifikasi hardware PC perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan langkah perbaikan.
2)    Langkah-langkah dalam memperbaiki PC yang bermasalah mengacu pada hasil diagnosa yang diperoleh.
3)    Diagnosa pada PC ada 3 macam yaitu : POST (Power-On Self-Test), diagnosa umum (routine), dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan.
4)    Dalam setiap penggantian komponen pada PC harus memperhatikan spesifikasi tertentu dan kegunaan/fungsi khususnya.





2.  Kegiatan Belajar 2 : Troubleshooting Motherboard

          Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer. Pemeriksaan ini meliputi : POST (Power-On Self-Test), diagnosa umum (routine), dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan. Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut.
-         Cek posisi kunci keyboard
-         Cek semua IC yang terpasang
-         Cek disket boot di drive A
-         Cek sambungan speaker
Procedure Diagnosa dan Troubleshooting
(1) Cek 1. Power Supply
(2) Cek 2. Signal clock
(3) Cek 3. CPU dan DMA
(4) Cek 4. Cek Keyboard

Troubleshooting Motherboard
a)     Permasalahan yang mungkin terjadi
          Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.
-         Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.
-         Cek sambungan kabel keyboard.
-         Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
-         Cek konfigurasi setting CMOS
-         Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
-         Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
-         Cek sambungan saklar reset
Rangkuman 2
1)    Kerusakan pada PC terdiri dari kerusakan internal (motherboard dan komponen yang ada didalamnya/system board) dan eksternal (power supply, keyboard, mouse, disk drive, hardisk, dan peripheral pendukung).
2)    Kerusakan umum yang terjadi disebabkan oleh kurang baiknya koneksi/hubungan antara peripheral dengan motherboard.
3)    Langkah awal yang harus ditempuh dalam memperbaiki PC adalah mengecek koneksi/sambungan peripheral ke motherboard dan sumber tegangan.
4)    Perbaikan motherboard PC dilakukan dengan cara memperbaiki atau mengganti bagian/komponen yang rusak.
5)    Penggantian komponen harus sesuai dengan spesifikasinya.

3.  Kegiatan Belajar 3 : Troubleshooting Power Supply

1)    Langkah pertama yang dilakukan dalam memperbaiki power supply adalah memeriksa sumber tegangan, kabel, dan sambungan jek.
2)    Kerusakan pada power supply sebagian besar terletak pada kerusakan komponen elektronik.
3)    Salah satu indicator kerusakan komponen power supply adalah tidak berputarnya kipas power supply.
4)    Mengganti power supply yang rusak dengan power supply yang baru dipandang lebih efisien dari pada memperbaiki.

4.  Kegiatan Belajar 4 : Troubleshooting Keyboard

          Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :
-         tersumbat kotoran
-         per atau plat saklarnya lemah
-         jalurnya putus
-         rusaknya chip yang ada didalamnya
          Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :
1)    menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard
2)    memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard
         
          Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1)    melepas penutup kunci
2)    membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
3)    memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
4)    menutup kembali penutup kunci seperti semula

Troubleshooting Keyboard
          Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah
-         Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
-         Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
-         Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board. Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
-         Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip

Kemungkinan Kerusakan
1)    Keyboard tidak beroperasi penuh
2)    Beberapa kunci tidak berfungsi
3)    Kunci rusak atau tertekan
4)    Kerusakan interface keyboard
5)    Kerusakan konektor keyboard
6)    Kerusakan kabel keyboard

Procedure dan troubleshooting
1)    Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem, jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan pada rangkaian interface di unit sistem.
2)    Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti keyboard yang baik.
3)    Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.
4)    Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset (SMD IC) atau ganti motherboard yang baik.
5)    Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk itu ganti konektor keyboard.
6)    Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian disambung.

Rangkuman 4
1)    Kerusakan pada keyboard ditunjukkan dengan kode 30x atau pesan keyboard error pada proses POST 38
2)    Kerusakan keyboard secara umum disebabkan oleh kotoran dan komponen elektronik pada board keyboard.
3)    Langkah-langkah awal yang harus ditempuh dalam memperbaiki keyboard adalah membersihkan debu/kotoran, mengecek koneksi/sambung-an ke motherboard dan kerja semua tombol kunci.
4)    Perbaikan keyboard pada PC dilakukan dengan cara mengganti dengan keyboard yang baru bila kerusakan ada pada bagian board keyboard yang rusak.

5.  Kegiatan Belajar 5 : Troubleshooting Floppy Disk Drive dan Hardisk

Kerusakan pada floppy disk drive
-         Sistem menampilkan direktori disket yang tidak sesuai
-         Sistem tidak dapat membaca dari semua drive
-         salah sewaktu pembacaan disket yang ditulis pada PC yang lain

Kerusakan pada hard disk
-         Sistem tidak dapat booting dari hard disk
-         Kinerja disk menurun

Rangkuman 5
1)    Kerusakan pada disk drive dengan kode 6xx (601) atau pesan disk drive error pada proses POST.
2)    Kerusakan pada hardisk dengan kode 17xx (1701) atau pesan hardisk error pada proses POST.

1 komentar: