Kamis, 14 Februari 2013

BAB 1 : MENGINSTAL PC



1.  Peralatan/Komponen dan Spesifikasi pada
PC

Peralatan komputer pada PC berupa unit input, unit proses dan unit output. Tujuan pokok dari sistem komputer = mengolah data untuk menghasilkan informasi.
          Diperlukan elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Software = program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, Hardware = peralatan komputer itu sendiri, dan Brainware = manusia yang mengoperasikan dan mengatur sistem komputer itu.
          Ketiga elemen itu saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan, jika tidak ada salah satu elemen tersebut untuk mengoperasikan, maka komputer tidak bisa mengoperasikannya. Struktur dan fungsi komputer : input device, output device, I/O Ports, CPU, Memori.


 

1.     Input device : perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukkan data /perintah/program  ke dalam komputer. Beberapa alat input ada yang berfungsi ganda, alat itu disebut Terminal. Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel atau lewat komunikasi. Alat input : langsung dan tidak langsung. Langsung, contoh : keyboard, mouse, scanner, microphone. Tidak langsung.

2.     Output device : berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasi pengolahan data, dapat berupa hard-copy, soft-copy, atau berupa suara. Dapat digolongkan menjadi 4 bentuk : tulisan, huruf, image (gambar), suara dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin. Peralatan output dapat berupa : hard-copy device, soft-copy device dan driver.
a.     Hard copy : untuk mencetak tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film. Contoh : printer
b.    Soft-copy : untuk menampilkan tulisan dan gambar pada media lunak yang berupa sinyal elektronik. Contoh : proyektor dan monitor
c.      Driver : (?) digunakan untuk merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk/magnetic tape. Alat ini dapat berfungsi ganda

3. I/O Ports : digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem.

4. CPU : otak sistem komputer, memiliki dua bagian fungis operasional : ALU (Arithmetical Logical Unit), sebagai pusat pengolahan data, dan CU (Control Unit), sebagai pengendali kerja komputer. Merupakan tempat instruksi-instruksi program.

5. Memori : ada dua jenis memori, yaitu RAM (Random Accses Memory) dan ROM (Read Only Memory).
a)     RAM : Data yang masuk akan disimpan di memori utama. Dapat diakses secara acak. Struktur RAM : input storage, untuk menampung input yang masuk, program storage, untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang diakses, working storage, untuk menyimpan data yang akan diolah dan hasil pengolahan, output storage, untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang akan tampil ke alat output.
          Data yang masuk akan ditampung di input storage, bila data tersebut berupa program, akan dipindahkan ke program storage, bila berbentuk data maka dipindahkan ke working storage. Hasil pengolahan juga akan ditampung di working storage dan bila akan ditampilkan, maka akan dipindahkan ke output storage.
b)    ROM : Hanya dapat dibaca, sehingga pemrograman tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok yang diperlukan komputer, contohnya, program untuk menampilkan karakter di layar.
 
2.  Kegiatan Belajar 2 : Perakitan PC dan Keselamatan Kerja dalam Merakit Komputer

          Sebelum merakit sebuah PC pastikan peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia, peralatan utama yang dibutuhkan adalah obeng dan tang. Berikut lankah-langkah merakit PC :
1.     Ambil motherboard, baut motherboard dengan papan casing.
2.     Pasang processor pada tempatnya (soket-nya) dengan memperhatikan tanda pada processor, harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang ada pada soket tersebut. Kunci tangkai pengunci yang biasanya terdapat diisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot yang memiliki tanda yang sama. Kemudian pasang kipas pendingin diatasnya
3.     Pasang memori RAM pada tempatnya, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan secara hati-hati, lalu kunci.
4.     Masukkan motherboard ke dalam casing, kaitkan pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard.
5.     Pasang kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power supply, kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan.
6.     Pasang harddisk, floppy drive dengan benar pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
7.     Pasang memori RAM pada tempatnya, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan secara hati-hati, lalu kunci.
8.     Masukkan motherboard ke dalam casing, kaitkan pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard.
9.     Pasang kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada power supply, kabel berwarna hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan.
10.  Pasang harddisk, floppy drive dengan benar pada tempat yang telah tersedia dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
11. Pasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA. Expansion card dapat berupa LAN card sound card , TV tunner card, video capture dan lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan baut denag dudukan casing PC.
12. Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS.
13. Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14. Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard. Dan perangkat yang lain.
15. Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah terpasang pada cashing CPU.

3.  Kegiatan Belajar 3 : BIOS dan Konfigurasi Sistem

          Basic Input Output System (BIOS) merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara software (jumper less). Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
      Hard disk
      CD-ROM
      Floppy disk
      RAM
      Processor
      LAN onboard
      Souncard onboard
      VGA onboard


Langkah – langkah untuk mengatur komponen PC.
1)    Hard Disk dan CD-ROM
          Untuk komponen hard disk, dalam BIOS hanya mangatur aktif tidaknya sebuah hard disk dan juga menentukan berapa besar kapasitas sebuah hard disk baiks secara manual maupun otomatis. Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke submenu letak hard disk atau CD ROM terpasang.
Anggaplah hard disk terlatak pada primary master. Yang perlu diatur dalam menu adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya: Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device, dana None. Untuk lebih aman pilih Auto, karena system akan medeteksi secara otomatis device yang terpasang, sedangkan None digunakan untuk men-disable hard disk atau tidak ada device yang terpasang.

2)    Floppy Disk
          Terletak dalam menu yang sama seperti hardisk dan CD ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya bernama legacy diskette A. Dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB, 3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan untuk menonaktifkan floppy disk

3) RAM
          Hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara manual. Untuk mensettingnya, masuk ke menu advanced - Chip Configuration. Pada gambar di atas untuk menentukan seting secara manual atau otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration”. Untuk “By SPD” akan dilakukan seting secara automatis oleh sistem sedangkan untuk seting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan kemampuan RAM yang terpasang

4) Processor
          Cara untuk mengatur kecepatan processor sesuai dengan kemampuannya. Untuk setting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa 42 diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS. CPU Speed merupakan kecepatan CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU Speed dipilih manual.

5) LAN Onboard dan Sound onboard
          Terletak dalam menu yang sama dan untuk mengaktifkan dengan memilih “enabled” pada masing-masing komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih “disabled”. Opsi Auto digunakan untuk medeteksi secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan automatis mengaktifkan komponen tersebut. Masuk menu Advanced à Chip Configuration, pilih enabled atau Auto untuk mengatifkan komponen tersebut.

6) VGA Onboard
           Shared memori adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan diambilkan dari RAM. Yang perlu diperhatikan adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Besarnya nilai shared memori tegantung kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration, pilih bagian “VGA Shared memory size”. Primary VGA BIOS, terletak dalam menu Advanced à PCI Configuration digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunakan adalah Onboard maka set dengan Onboard VGA.

7) Aktivasi komponen melalui sistem operasi
          Untuk mengaktifkan komponen-komponen dalam sistem operasi harus dipersiapkan terlebih dahulu driver dari masing-masing komponen. Secara umum untuk instalasi driver dari setiap komponen adalah sama. Berikut aktivasi komponen dalam sistem opeprasi:
a)     Klik kanan pada my computer --> properties
b)    Komponen yang belum terinstall akan terlihat tanda peringantan
c)     Klik kanan pada icon komponen tersebut selanjutnya klik update driver.
d)    Pilih yang advanced untuk menentukan secara manual letak driver dari komponen.
e)     Jika driver yang diapasang sesuai, maka proses instalasi komponen telah selesai, selanjutnya komponen dapat digunkan. Sedangkan untuk komponen tertentu perlu dilakukan restart sistem.

Rangkuman 3
1)    Untuk mengatur komponen secara software dilakukan dengan BIOS. Komponen yang dapat diatur adalah komponen yang pokok dalam PC dan integrated komponen dalam system.
2)    Untuk komponen yang telah terintegrasi dalam sistem untuk mengaktifkan dengan memih Enabled dan untuk menonaktifkan dengan mendisabled.
3)    Untuk memasang komponen yang sejenis dengan komponen yang terintegrasi mak perlu dimatikan terlebih dahulu komponen yang terintegrasi.

4.  Kegiatan Belajar 4 : Peripheral PC dan Setting Peripheral

          Peripheral komputer adalah peralatan tambahan komputer yang dibutuhkan untuk keperluan – keperluan lain. Peripheral tersebut meliputi Printer, Scanner, Modem, Network Card, dan lain sebagainya. Instalasi peripheral meliputi instalasi secara fisik dan instalasi secara software. Instalasi fisik meliputi pemasangan peripheral dengan baik dan benar, dan instalasi software meliputi pengenalan peripheral terhadap sistem operasi yaitu dengan menginstall driver yang dibutuhkan.
1)    Printer
          Merupakan komponen output yang digolongkan sebagai Hard Copy Device. Digunakan untuk mencetak keluaran dari proses yang dilakukan oleh komputer baik tulisan maupun grafik secara langsung dengan menggunakan media kertas ataupun yang lainnya. Ada tiga jenis printer yang beredar dipasaran. Dot matrik, Ink Jet, dan Laser Jet. Printer Dot Matrik merupakan printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakannya. Ink Jet menggunakan tinta, sedangkan laser jet menggunakan serbuk laser. Sedangkan jenis konektor printer ada dua macam yaitu melalui konektor Paralel Port dan USB Port.
Langkah – langkah instalasi printer :
-         Tancapkan kabel printer pada printer dan konektor parallel port male/konektor USB port pada komputer dengan benar.
-         Pastikan catridge printer sudah terpasang dengan benar.
-         Hubungkan printer ke jala-jala listrik
-         Pastikan ada aktivitas dalam printer tersebut (catrigde bergerak).
-         Sampai langkah ini instalasi peripheral secar fisik sudah selesai.
-         Selanjutnya tinggal instalasi untuk software yaitu pemasangan driver.
         
          Pada instalasi driver, biasanya pada sistem operasi Windows XP akan secara otomatis menjalankan file instalasi driver tersebut. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
-         Masukan CD Driver bawaan printer tersebut
-         Setelah CD dimasukan, Windows akan secara otomatis menjalankan file eksekusi dan akan muncul kotak dialog
-         Setelah itu tekan tombol Next
-         Klik tombol Start, untuk memulai proses instalasi dengan memilih option Printer Driver.
-         Setelah proses peng-copy-an file selesai, akan muncul kotak dialog.
-         Untuk selanjutnya tekan tombol Manual Selection untuk memilih port yang akan digunakan. Dan setelah itu akan muncul kotak dialog.
-         Setelah pemilihan port selesai, tekan tombol Next dan proses instalasi akan selesai dan printer siap digunakan.

2)    Scanner
          Adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
-         Masukan CD Driver Scaner tersebut, dalam hal ini Scaner yang akan dicontohkan adalah Scanner CanoScan 3200/3200F.
-         Langkah selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi.
-         Selanjutnya adalah memilih software yang diinstall dalam hal ini software untuk mengambil gambar yang diambil oleh Scaner.
-         Setelah muncul kotak dialog seperti gambar di atas dan pilih Install the Software.
-         Pilih software yang akan diinstall dan software yang tidak akan diinstall. Kemudian klik tombol Start Instalation.
-         Setelah itu tinggal mengikuti konfirmasi yang ditampilkan. Dan setelah selesai proses instalasi, Scaner siap digunakan.

3)    Modem
          Merupakan salah satu perangkat komputer untuk perantara komputer dengan saluran telephone agar data berhubungan Internet Service Provider (ISP). Modem ada dua macam, yaitu modem internal dan modem external. Modem internal yaitu modem yang pasang di dalam motherboard dalam bentuk kartu. Sedangkan modem external adalah yang dapat dipasang dan dilepas sewaktu – waktu

Rangkuman 4
1)    Setiap pemasangan peripheral baru pada PC, harus dilakukan setting pada BIOS untuk mengaktifkan peripheral tersebut dan menginstalasi driver peripheral tersebut ke sistem komputer.
2)    Perlakuan setting dan instalasi driver tergantung pada sistem operasi yang digunakan.
3)    Langkah penyetingan dan instalasi setiap peripheral pada umumnya telah diberikan pada buku manual referennya atau file help atau readme pada disket/CD driver yang dibawakannya.
4)    Periksa semua komponen yang baru dirakit, sebelum menghubungkan sumber daya ke jala-jala listrik. Hal ini dapat mengurangi resiko jika terjadi kegagalan perakitan sebuah komponen.
5)    Untuk memeriksa komponen PC dapat dilakukan secara software dan hardware. Untuk hardware dengan mengecek koneksi kabel dan konektor setiap komponen yang terpasang, sedangakan dengan menggunakan software dapat menggunakan BIOS atau device manager dalam Sisitem operasi windows.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar